Skip to content

KH Zulfiqar Hajar: LDII Sangat Berbeda dengan Ahmadiyah

May 9, 2011

Medan, (Analisa)

Ketua Komisi Dakwah dan Luar Negeri MUI Kota Medan Al-Ustadz KH Zulfiqar Hajar Lc menegaskan, keberadaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sangat berbeda dengan aliran Ahmadiyah.

“Kalau Ahmadiyah nyata-nyata merupakan ajaran sesat-menyesatkan dan harus ‘diamputasi’. Sedangkan LDII jika disebutkan sebagai aliran sesat harus dibuktikan dahulu di lapangan, bukan melalui tuduhan dan tudingan,” katanya ketika menerima kunjungan silaturahmi pengurus DPP LDII dipimpin Ketuanya Ir H Chriswanto Santoso MSc di kediamannya Majlis Ta’lim Jabal Noor Jalan Ngalengko No 13 Medan, Minggu (24/4).

KH Zulfiqar Hajar

Turut mendampingi Ketua DPP LDII unsur pengurus lainnya, yakni Ir Prasetyo Sunaryo MT dan Rio Sidauruk. Sedangkan dari LDII Sumut Ketua dan Wakil Ketua H Selamat SH dan Ir Darsono serta Wanhat Karsono. Sementara dari LDII Medan terdiri atas Ketua Ir H Agus Purwanto, Wakil Ketua H Abdullah Mubarak, Sekretaris Sofyan ST dan Bendahara Ilham. KH Zulfiqar Hajar didampingi Humas Drs HA Ramadhan Lubis.

Menurutnya, pada awalnya dia menduga LDII merupakan aliran sesat, karena mendapatkan informasi, jamaah LDII “mensamak” bekas kaki orang di luar LDII yang salat di masjid mereka serta tidak bersedia menjadi makmum kepada orang di luar LDII. Jika terpaksa bermakmum, maka mereka mengulangi salatnya.

Tapi, lanjut KH Zulfiqar Hajar, setelah melihat langsung di lapangan, baik di LDII Medan hingga ke Jombang, Kediri, Bandung dan Jakarta, ternyata hal-hal yang dituduhkan itu tidak benar sama sekali, karena jamaah LDII masih tetap berpegang teguh kepada Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW. Artinya, LDII masih dalam ajaran Islam yang sesungguhnya (hadza dinul Islam).

Ditambahkannya, LDII akan mudah diterima masyarakat dan tidak akan dipermasalahkan lagi oleh pihak lain jika 9 poin pernyataan Ketua dan Sekretaris LDII Sumut H Selamat SH dan H Martono Spd MM pada tanggal 15 Februari 2007 di hadapan sejumlah pengurus MUI Sumut di antaranya LDII tidak menganggap muslim di luar kelompoknya kafir dan najis serta LDII terbuka dan mengakui kitab-kitab muktabarah di kalangan Ahli Sunnah, dapat dilaksanakan.

Silaturahmi

Sementara itu, Ketua DPP LDII H Chriswanto Santoso mengatakan, tujuan kunjungan silaturahmi ke Sumut, khusus ke kediaman KH Zulfiqar Hajar untuk bersilaturahmi serta mendapatkan nasihat dan masukan agar keberadaan LDII tidak lagi dituding sebagai aliran sesat serta mengkonsolidasikan agar tidak berdampak negatif berbagai tuduhan tersebut.

Standar yang dibuat LDII, lanjutnya, adalah “ta’arruf” (saling berkenalan), “tafahhum” (saling memahami) dan “ta’awwun” (saling menolong) dalam kebaikan.

Berkas:Pondok Pesantren Walibarokah Burengan Kediri Jawa Timur.jpg

“Selama ini umat Islam selalu diisukan dengan hal-hal yang jelek dan negatif saja. Misalnya, sebagai teroris, terlibat kasus Temanggung dan NII yang akhirnya hanya merusak citra Islam. Kita ingin menetralisir agar umat Islam tidak terus-menerus dideskreditkan,” ujarnya.

Sedangkan Prasetyo Sunaryo mengatakan, energi umat Islam jangan sampai terkuras, tetapi umat Islam harus diarahkan kepada hal-hal positif. Karena itu, jika energi ini dapat dilakukan antarumat Islam dan Ormas Islam, maka kekuatan itu akan luar biasa.

Rio Sidauruk mengatakan, apa yang dikatakan KH Zulfiqar Hajar sama seperti Hadits Nabi Muhammad SAW yang menyatakan :’Sebaik-baik manusia bermanfaat bagi orang lain’. Karena itu, LDII diharapkan dapat bermanfaat bagi orang lain.

Ketua LDII H Selamat menyatakan siap mewujudkan nasihat dan masukan dari KH Zulfiqar Hajar. Bahkan, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) III LDII Sumut pada 15-16 Mei dia mengundang ulama di Sumut agar dapat menghadiri acara itu.

Sedangkan Ketua LDII Medan H Agus Purwanto berterimakasih kepada KH Zulfiqar Hajar yang bersedia menjembatani serta memiliki kepedulian memperkenalkan LDII kepada umat Islam, karena ada kesan seolah-olah LDII satu organisasi eksklusif.

“Saya sangat terkesan dengan Al-Ustadz KH Zulfiqar Hajar. Karena, cobaan yang dialami LDII dijawabnya dengan hikmah. Sehingga, umat Islam mau memahami keberadaan LDII, khususnya di Medan,” sebutnya. (hers/rel)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: